Kepalsuan

2199 Kata

“Apa yang kau katakan pada perempuan yang bersama dengan kaisar?” tanyaku. Sang peramal sedikit terkejut melihat keberadaanku yang tiba-tiba saja merangsek masuk kedalam tendanya. Namun dia memberiku senyuman misterius miliknya. “Dia memiliki nasib yang buruk. Dia harus menerima takdirnya dengan melepas salah satu dari yang dia miliki. Karena dia tidak diperkenankan memiliki keduanya,” “Apa itu?” “Yang Mulia selir harus memilih calon bayi yang sedang dikandungnya, atau melepaskan Yang Mulia Kaisar. Sebab itulah takdirnya,” Kontan mataku terbelalak mendengar kata-kata itu. dia mengatakannya dengan sangat tenang sehingga aku tidak bisa mengelak. Dia seperti sosoknya dua tahun lalu ketika bilang bahwa aku yang sang rembulan tidak akan bisa menemani matahari. Dan ya, aku mengalami hal buru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN