“Pergi lagi dan meninggalkan aku seperti semalam seperti seorang pengecut?” Aku mendapati Gavin telah berpakaian rapi pagi ini. Setelah kejadian semalam aku memutuskan untuk menginap pula di tempat yang sama dan memang berniat untuk memberi sapaan pagi pada pria yang sikapnya sangat aneh semalam. Aku ingin bertemu dengannya bukan untuk membahas kelanjutan adegan dan pembicaraan semi romantisme. Aku hanya ingin membicarakan soal rencana kami. Aku benci dengan caranya yang selalu bergerak sendiri padahal aku telah mendeklarasikan diriku sebagai sekutu baginya. Bagiku pembahasan rencana diantara kami berdua akan sedikit membantu meningkatkan akhir yang epic. Begitulah yang ada dipikiranku. “Aku tidak punya waktu bicara denganmu,” selorohnya acuh tidak acuh. Berkat sikapnya yang seperti oran

