5

976 Kata
Setelah selesai mengantar lona pulang ke rumah, ares ke kantor papi zander "Selamat siang pi" sapa ares ketika sudah memasuki ruangan zander bahkan sudah duduk " Siang? Ini udah sore ares nggak lihat jam kamu?" Kesal zander karena mereka janjian dari jam makan siang tetapi putranya ini entah menghilang kemana "Hufff... maafin pi tadi ada urusan" " Ini papi udah mau pulang" "Loh kok pulang nggak jadi ngobrol katanya mau ngobrol tadi " "Jam berapa kita janjian ha? Papi udah kangen mami ini" " Cih dasar bucin nanti dulu ngobrol dulu pi" " Nanti aja lah dirumah" "Kan ares nggak pulang pi" " Makanya pulang jangan di apartemen mulu" omel papi zander karena ares memang apartemennya lebih tenang " Iya nanti" "Nantinya kapan ares sebentar lagi kamu menikah dengan lona lalu gimana? Kasian mami kamu kangen dia sama kamu" ucap papi zander " Iya nanti ares pulang, ini nggak jadi pi ngobrol ya?" " Enggak kamu nanti pulang aja kita ngobrol di rumah ini penting tapi rasa kangen papi lebih penting" ucap papi zander pergi meninggalkan ares di ruangannya " Cih dasar bucin" ucap ares berdiri dan pergi dari sana menuju ke markasnya lagi walaupun dia seorang CEO tetapi dia masih suka nongkrong di sana juga balapan-balapan lagian anak-anak disana bukan hanya suka balapan tetapi juga pekerja yang di pimpin oleh ares Sama dengan ares lona juga masih suka balapan walaupun dia anak kuliahan, lona dan ares memeiliki jarak umur yang tak jauh yaitu satu tahun lona sekarang baru berumur 21 tahun dan akan segera lulus kuliah hanya tinggal menunggu hari kelulusan biasanya dia ke kampus karena ada urusan saja sementara ares tepat berumur 22 tahun " Loh kok lo disini bos bukannya tadi sama lona" Tanya leo ketika melihat ares sudah datang dengan membawa motor sport nya juga jaket kulitnya, ares tadi memang sudah pulang ke apartemennya untuk mengganti pakaian juga mengambil motornya " Udah gue anterin pulang lona kan kita mau balapan" "Loh lo jadi bos kan hadiahnya cewek?" " Bukan balapan yang itu lo bilang ada ratu jalanan kan?" "Oo lo mau balapan sama yang itu?" "Hmm..bisa nggak?" "Bisa ganpang entar gue aturin bentar gue telponin sekarang aja" Leo memgambil handphone di saku celananya dan menelpon seseorang "Hallo" " Ketua gue mau balapan sama ratu jalanan, bisa nggak?" "Bentar gue tanya dia dulu" " Ya" "Nggak usah ditutup gue lagi sama dia kok" "Oo oke" leo pun menunggu lawan bicaranya menanyakan apakah ares bisa balapan dengan si ratu jalanan itu sepertinya lawan bicaranya cewek mungkin ya teman si ratu jalanan itu kan dia juga cewek "Katanya oke entar malam jadwalnya balapan yang terakhir tepat pukul 12 gimana?" "Bentar" "Res balapannya jam 12 malam lo bisa?" "Hmm..." Ucap ares menganggukkan kepalanya "Oke"leo kembali menempelkan HP nya "Gimana?" "Iya oke entar malam tapi ada hadiahnya nggak nih?" "Minta apa lo?" " Cukup minta si ratu jalanan buka helm entar kalau dia kalah" "Iya deal" Sambungan telepon pun diputus dari si cewek "Lah di putus" "Gimana?" tanya ares " Aman bos " Na lo nyakin mau balapan sama dia gue denger dia jago banget?" Tanya alluna, dialah yang telponan dengan leo barusan disana juga sudah ada maili dan leena mereka datang setelan lona menelpon mereka tadi dan tentunya mereka sudah selesai dengan urusan masing-masing jadi mereka bisa datang " Iya gue denger dia jago banget balapannya walapun jarang datang ke area balapan dari dulu gue dengar ketua mereka itu hebat dalam balapan" ucap leena "Iya entar kalau lo kalah gimana lo buka helm?" Tanya maili " Yaudah lah nggak papa sekalin kalau gue kalah gue mau lihat gimana expresinya" ucap lona dia memang sudah menceritakan tentang perjodohan dirinya juga ares "Duh nggak habis fikir gue bisa-bisanya lo dapet spek kek ares ganteng banget loo" ucap maili " Tenang kalau nanti nggak dapet ares dapet temennya juga oke"ucap leena "Iya kelompok geng mereka nggak ada yang burik apalagi pentolan-pentolannya ganteng semua" ucap alluna "Iya emang ganteng anjir gue udah ketemu dua temennya ganteng" ucap lona "Tapi gimana cara deketin temannya?" Tanya maili " Gue denger mereka susah dideketin apalagi ares cuek banget emang" ucap leena "Loh tenang kita punya lona cowok dia ares bro apa yang kalaian takutin" ucap alluna "Maksudnya lo pada nyuruh gue jadi mak comblang?" "Iya" ucap leena alluna dan maili bersama mengangguk "Liat entar deh kalau emang oke ya gue coba deh gampang urusan begini mah" ucap lona " Siap bu ketu" " Gue mau balik dulu jam 12 kan masian kita ketemu di sana aja" ucap ares karena dia harus bertemu dengan papinya terlebih dahulu "Oke bos" Ares berjalan keluar dari markas mengendarai motornya menuju ke rumahnya yang jarang dia datangi palingan dia pulang karena ada hal yang penting seperti maminya itu ngambek karena ares tidak pernah pulang BRUMM...BRUMM... " Aress.." mami diana langsung memeluk ares dia sangat merindukan putranya itu " Mami apa kabar?" Tanya ares kenapa maminya seperti sangat merindukannya padahal baru semalam mereka bertemu membahas perjodohan nya dengan lona " Baik sayang kamu sudah makan?" "Sudah mi ares mau ngobrol dengan papi dulu ya" Ares kamu pasti sudah mengerti bagaimana beban yang harus kamu tanggung nanti setelah menikahi lona apa kamu siap?" Tanya papi zander tegas tak ada nada bercanda " Siap pi ares sudah setuju maka ares akan bertanggung jawab" jawab ares tak kalah tegas, zander selalu percaya dengan ares putranya memang sangat bertanggung jawab dengan apapun yang dia putuskan "Bagus, jangan kecewakan papi dan mami jaga selalu lona baik hatinya perasaannya maupun fisiknya jangan sekali-kali kamu melukai dirinya kalau itu terjadi papi sendiri yang akan menghukum kamu" ucap papi zander "Iya pi, kalau gitu ares pergi dulu" " Mau kemana, balapan?" Terlihat dari baju yang di pakai ares pria itu bisa menebak kemana anaknya ini akan pergi "Iya" "Jangan terlalu sering ares bagaimana kalau lona tau?" " Dia tau papi tadi ares sudah memperkenalakan lona dengan teman-teman
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN