Setelah enam bulan, Letti dinyatakan hamil lagi oleh dokter. Setelah hampir pingsan karena menahan lapar. "Kan udah dibilang jangan telat makan! Susah banget sih, Han!" omel Ino. "Maaf, yang. Aku lupa, beneran deh." "Untung aja ga kenapa-napa sama kalian! Jangan bikin aku khawatir gitu dong, Han!" tambah Ino. Letti tak begitu paham dengan ucapan suaminya. 'Kalian' satu kata itu terngiang dikepala Letti. "Han, kau tak apa?" tanya Ino. "Hah? Ehm, tadi bilang kalian itu maksudnya apa ya, yang?" tanya Letti memastikan. "Astaga, jadi kau tidak tahu kalau lagi hamil?" "H-hamil?" "Iya, Han. Kau hamil lagi." Letti membungkam mulutnya sendiri dengan kedua tangannya. Matanya sudah berkaca-kaca ingin menangis. Ino yang melihat hal itu segera memeluk istrinya. "Iya, kau sedang hamil, Han. A

