Part 7

1232 Kata
Aku terbangun dan menyadari apa yang terjadi semalam. Saat ingin beranjak tangan Rei meraihku, mempererat pelukannya. "Rei.. Wake up..", "hmm, five minutes Letti..", "i have to go, ada job hari ini", tegasku "okay okay..", Cup.. Morning kiss.. Aku menuju kamar mandi, membersihkan diri untuk pergi pemotretan hari ini. "Rei.. Aku pergi dulu..", "hei.. Aku antar, okay", "ga perlu Rei, aku sama Ilham...", "baiklah.. Aku akan menemuimu jika urusan kantorku sudah selesai", ujarnya sembari mengancingkan kemejanya "aku tak bisa janji Rei, hari ini aku sibuk", "kau belum begitu sehat, jangan memaksakan diri! Hmm kau masih tetap seperti dulu... Pekerja keras meski tubuhmu lemah, kau tak pernah menunjukkannya pada siapapun", "kau sudah mengenalku lama, Rei.. Baiklah aku harus pergi sekarang, Ilham sudah menunggu di lobby.. Bye Rei", Ceklek Brak Aku berjalan menuju lobby, sudah ada Ilham disana. "Pagi tee..", "yuk Ham.. Keburu siang..", "siap boskuw", Kami pergi menuju lokasi pemotretan pertama. Kali ini klienku adalah teman masa SMA, dia akan menikah sebentar lagi. Dia sangat tahu bahwa hasil jepretanku dan Ino memang bagus dan selalu diminati orang. Sampai di lokasi tepatnya di daerah pandaan. Ilham membantuku membawa semua perlengkapan. "Letti....", sapa Natalia temanku semasa SMA "hi Nat.. Congrat ya... Duh akhirnya... Hehe", ucapku basa basi "hehe.. Udah siap semua nih.. Yuk.. Keburu hujan entar", "okay..", Cekrek cekrek.. "Okay", "satu dua... Tiga", Cekrek cekrek "done..", "aku ganti gaun dulu ya, sis..", ujar Natalia "okay", "Tee.. Nih minum.. Mukamu pucet gitu.. Istirahat dulu.. Yakin bisa?", Ilham mulai gelisah melihatku Memang kondisiku masih sedikit pusing karena luka di kepalaku. "masih bisa kok.. Santai aja.. Aku minum obat dulu kalo gitu", "hmm dasar...", Ddrrtt.. Ddrrtt.. Ino❤️ is Calling.... 'kamu dimana?', tanya Ino panik 'di lokasi pemotretan dong! Kenapa?', 'kan bisa di cancel! Kamu masih belum sehat, tee!!', 'i' m fine om, aku sama Ilham kok.. Santai aja kale.. Ya udah aku lanjutin dulu.. Bye ', Tut tut tut Aku hanya tidak ingin orang lain terlalu khawatir dengan kondisiku. Mereka terlalu berlebihan jika menyangkut kesehatanku. "Ino, tee?", "iya.. Yuk lanjut", "Letti... Aku udah siap nih..", "Duh cantiknya calon pengantin", godaku "Hihihi... Bisa aja kamu..!!", Pemotretan dengan gaun ke dua ku selesaikan dengan baik. Tubuhku terasa lemas, dan Ilham menyadari itu. Setelah ini aku harus melakukan pemotretan lagi di alun-alun Malang . Lumayan jauh tempatnya, namun klien sudah menunggu. " Tee.. Tidur aja di mobil, biar aku beresin semuanya, nanti aku yang pamit ke temenmu itu", "iya.. Tolong ya Ham.. Sorry ngrepotin.. Ga biasanya aku gini..", "udah tee.. Santai aja kale..", Aku tersenyum dan berjalan menuju mobil. Ku rebahkan tubuhku dan memejamkan mata, berharap saat membuka mata tubuhku sudah sehat kembali. Ino pov "selalu saja keras kepala! Aku sendiri tidak bisa meninggalkan pesta ini, sialan!!", gumamku "kamu ngapain babe? Yuk bantuin buat rapiin meja sama siapin makanannya", "lainnya kemana? Kok aku?", "lainnya kan udah punya tugas sendiri babe..", "ya udah", Aku hanya bisa mengikuti kemauan Devi, namun aku merasa sepertinya semua yang menyiapkan aku. Ddrrtt... Drt... Helen is Calling... 'hari ini ga ke ruko lagi om?', 'sorry.. Devi ultah, aku nemenin dia', 'asem deh! Kerjaan numpuk! Kamu tega banget sih sama tantee', 'sorry banget, Len. Habis selesai semua aku pasti beresin kerjaan malam ini', 'terserah kamu lah', Tut tut tut "kok jadi kacau gini sih!!", gumamku Letti pov "Tee, udah sampek alun-alun", suara Ilham "hmm.. Cepet amat Ham.. Hehe sorry aku lama ya tidurnya?", "ga kok, tapi badanmu panas loh tee!", "hah? Masak? Ga kok.. Yuk kita selesaiin..", "tee.. Serius nih! Kamu sakit.. Jangan maksain diri dong!", ujar Ilham gelisah "Ham.. Aku gapapa.. Udah deh.. Yuk nanti ga selesai-selesai nih", "Kapala batu!", "Hehehehe..", Aku menyelesaikan pemotretan hingga pukul delapan malam. Dan bersiap kembali ke Surabaya. "akhirnya selesai ya Ham! Hehe", "yuk balik, aku anter sampek apartemen, langsung istirahat loh tee!!", "iya iya.. Mampir makan dulu Ham.. Laper nih", "bukannya tadi dapet naskot tee..?", "hehe.. Dah lah.. Pengen makan lagi tau!", "ya udah.. Sak bahagiamu tee", Ilham melajukan mobil menuju warung makan yang menghidangkan sate kelinci. Salah satu makanan favoriteku, dan aku bisa menghabiskan banyak makanan disini. "Kamu ga mau Ham..??", "ga ah.. Ga suka tee", "pesen sate ayam aja kalo gitu, kan ada! Ato sate kambing?", "iya iya.. Aku pesen sate ayam", "nah gitu dong!", Kami menyantap hingga habis hidangan di depan kami. Dan bersiap melanjutkan perjalanan. "Yuk Ham.. Udah aku bayar semua, dah ga perlu keluarin dompet!", "Ya tee.. Ga enak nih, masak dari tadi kamu yang bayarin..", "ih.. Udah deh ga usah lebay!", "thanks tee", Broomm.. Bromm... Brrrrroooooommmm... *** "tee... Udah sampek nih", "hah.. Aku ketiduran lagi ya Ham?, kok ga bangunin sih?", "udah sana turun, buruan tidur lagi.. Biar aku yang beresin di ruko entar!", "makasih ya Ham..", Ceklek Brak.. Ilham sudah pergi menuju ruko, sedangkan aku melangkah masuk ke apartemen. Aku merebahkan diri di atas ranjangku, bermain ponsel melihat sosial mediaku. Kebetulan aku berteman dengan Devi di salah satu sosial media. Kulihat dia membuat story tentang ulang tahunnya. "Ultah aja sampek segitunya kalo ngerayain... Hah.. Lagian tema dan dekorasi kok Ino banget ya gayanya..", gumamku sembari menscroll layar ponselku Aku tak ingin mengambil pusing, ku letakkan ponselku di atas nakas dan memjamkan mata. *** Ting.. Tong.. Ting.. Tong.. " Ehm.. Siapa sih?! ", Ceklek Brukkk.. " Astaga... Ino!!, hei bangun.. Aduhhh... Kamu tu berat... Bangun Ino!!", Lelah membangunkannya, akhirnya aku mencoba membopongnya menuju kamar. Buukk.. "Gila.... Berat banget sih!!...", "Tee..", gumam Ino "Apa? Dateng-dateng ngrepotin aja kamu!!", "I love you tee..", "orang mabuk ma bebas.. I love you too...", "makasih tee..", "apanya yang makasih?! Minta maaf kek udah ngrepotin aku malem-malem gini", "cintaku ga bertepuk sebelah tangan...", "bwhahhahaha... Di bilangin... Orang mabuk mah bebas.. Sebahagiamu aja No..", "tee", "Apa lagi?", "Devi busuk ya tee?", "emang!! Baru sadar?", "kok ga bilang sih?", "sengaja biar kamu tau rasa!!", "tantee jahat...!!!", "emang..!!", "tee..", "udah! Tidur ih.. Ngantuk tau! Kamu ga tau apa seharian ini aku ambil semua job yang seharusnya bagi dua!", "sorry...", Cup.. Ino menciumku sekilas, namun belum sempat aku mengelak dia sudah menciumku lagi. Kali ini lebih dalam, dia melumat bibirku dengan rakus. Seperti bayi yang telat di beri s**u. Aku masih menikmati lumatan yang Ino lakukan. Namun Ino melepaskannya sesaat. "Tee.. Kita pacaran yuk", "kamu lagi mabuk! apapun jawabanku, kamu pasti lupa besok pagi", "aku ga mabuk.. Aku cuma minum dikit tadi!", "hmm.. Terserah kamu lah", "gimana? Mau pacaran ga?", "inget janji Ino! Kan kamu sendiri yang bilang jangan ada perasaan!", "iya.. Aku yang udah bikin, tapi aku yang langgar... Lupain janji itu..!!", "serius? Hmm ya udah kita pacaran!", "Yeay.. Kita pacaran", "bilang minum dikit tapi mukanya udah merah kayak udang rebus", Ino mencium leherku, membuat suhu tubuhku naik seketika. Tangannya merobek kaos tipisku dan dilemoar sembarangan, begitupun dengan celana pendekku yang entah dimana sekarang. "Ahh.. Ino..", "yes..", "ahh.. f**k me please",.. "sure", Tangan Ino bermain di area intimku, menekan klitorisku sehingga membuatku menggeliang keenakan. Jarinya mengocok liangku, bermain main di dalam sana. Satu lalu dua dan kini Ino memasukkan tiga jarinya. "Ahh.. Shit.. Ino... Ahh", Ino berhenti dari kegiatannya, membuatku frustasi. Dia bersiap memasukkan Juniornya, dengan sekali sentakan junior milik Ino sudah memenuhi liangku. Dia terus memompa dengan tempo cepat, membuatku sudah berorgasme  beberapa kali. "Last Ino... Ahh.. Aku mau keluar..", "me too..", "Aaahh....", desah kami berdua yang mencapai k*****s bersamaan. Ino tersungkur disampingku, dia mencium rambut bgian belakangku dan memelukku erat. "i love you Letticia Aurora", "i love you too", Kami tertidur karena kelelahan, terutama aku yang sebelumnya memang sedang kurang sehat. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN