Suasana rumah duka terlihat begitu ramai dengan tamu berpakaian hitam. Jenazah Letti berada di peti berwarna putih, wanita itu mengenakan gaun pernikahannya. Dengan make up yang sama seperti saat ia menikah dengan Ino. "Cantik, kau sangat cantik istriku. Tak ada kata lain lagi yang bisa kuucapkan untukmu. Banyak kata terangkai dikepalaku, tetapi aku tak mampu lagi berkata. Cukup dengan melihatmu sudah menyampaikan semua rasaku." "Kau adalah kakak terbaik untukku, tidak ada orang lain lagi selain dirimu yang bisa mengerti diriku. Kita membangun semuanya dari bawah, bersama dan dengan usaha yang tidak mudah. Aku tak tau harus bagaimana setelah ini tanpamu. Mbak, kini kau bahagia disana, tetapi kau meninggalkan kesedihan yang mendalam disini. Semua yang kau lakukan tidak akan sia-sia. Aku a

