Letti terbangun pagi hari, ia merasa berat dibagian perutnya. Ya, tangan Ino masih memeluk tubuhnya dengan erat. Perlu diketahui, kini mereka tidak mengenakan sehelai benangpun. Tentu mereka b********h semalaman setelah pesta pernikahan itu berakhir. "Bangun, sayang," ucap Letti lirih. "Ehm." Ino hanya bergerak sedikit, ia bahkan tidak membuka matanya barang sedikitpun. Semalam, lelaki itu sangat mabuk bahkan untuk sampai kekamar ia harus dibantu oleh beberapa orang. Letti beranjak dari ranjang, ia berjalan sedikit tertatih karena nyeri di bagian bawahnya. Letti juga minum semalam, hanya saja ia tidak semabuk suaminya. Didalam kamar mandi, ia membersihkan sisa percintaannya semalam. Setelah dua puluh menit, Letti keluar kamar mandi menggunakan handuk yang hanya menutup tubuh bagia

