Part 24

1253 Kata

Kami telah selesai mengelilingi kota Batu malam ini. Kulihat wajah Letti sudah kelelahan dan ia juga menguap beberapa kali. "Balik yuk?" ajakku "Iya, mau kerumah papa? Ato balik ke villa?" "Terserah kau aja, aku ngikut." "Ke villa aja kalo gitu, di rumah papa ada  Jiel. Nanti dia ngajakin ribut kalau lihat kamu." "Ya udah" Letti masuk kedalam mobil, begitupun denganku yang kini tengah memegang kemudi. Kulajukan mobil menuju villa tempatku beristirahat. Sepanjang perjalanan hanya musik dari radio yang terdengar. Ya, itu karena Letti sudah tertidur pulas sejak beberapa blok mobil melaju. "Kenapa kau terlihat sedikit rapuh?" gumamku. Kulihat wajahnya sedikit pucat, tetapi ia memang tidak pernah mengatakan tentang kondisinya padaku maupun lainnya. Letti selalu memendam semuanya sendir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN