Jam sudah menunjukkan pukul 10 saat ponsel Adrian berdering. Sebuah nomor dengan kode Washington tanpa nama muncul dilayarnya. Saat itu dia serta Favian masih berada di ruangan Lucien dan baru saja selesai membicarakan segala kemungkinan yang akan terjadi siang ini bersama FBI. “Adrian Rogers.”ujarnya datar saat menjawab panggilan tanpa henti di ponselnya. Lucien dan Favian hanya saling menatap selama Adrian bicara melalui ponselnya. Wajah laki-laki itu tidak terbaca. Selama beberapa saat Adrian hanya diam, sesekali menjawab singkat sambil mengangguk. Dan saat Adrian memutuskan sambungan, Lucien sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi. “Ada masalah?” Adrian menggeleng cepat, “Erskine Macauley baru saja menelpon. Kau tidak lagi diminta untuk memberikan keterangan. Segalanya dita

