Michella tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Kalau ada satu hal yang paling sulit dipercaya olehnya itu adalah apa yang baru saja terjadi padanya. Baru seminggu berlalu sejak pertemuannya dengan keluarga Aaron. Baru seminggu berlalu sejak pembicaraannya tentang bayi bersama Annisa. Dan sekarang? Di tangan Michella terdapat sebuah alat tes kehamilan dengan dua garis merah di tengah. Michella hamil. HAMIL “Ya Tuhan...”bisiknya lirih sambil menggenggam erat alat tes kehamilan itu seolah benda kecil itulah satu-satunya yang bisa menyelamatkan hidupnya saat ini. Memang sudah dua minggu siklus bulanannya terlambat. Hanya saja dia pikir kalau itu karena stress atau masalah lainnya. Yang jelas hamil bukan dalam daftar pilihan kenapa siklus bulanannya terlambat walaupun dia dan Luc

