Dony mengepal tangannya kuat, tatapannya jadi sedih. Ia tahu Yunia tidak salah, wanita itu terluka karnanya. Dan ia juga terluka karna ekspetasinya yang bisa di terima Yunia dengan mudah. "Semudah itu, kamu menyalahkan aku. Kamu bahkan tidak tahu apa yang sudah aku lewati untuk bisa seperti sekarang" Yunia memeluk tubuhnya sendiri. Saat bicara ia merasa seluruh sarafnya menengang. Apalagi teringat di kala-kala susah. Dan betapa bodohnya ia dulu yang terus berharap Dony kembali. Setiap kali nama pria itu di sebut ia bahkan merasa sangat terluka, sebenci itu Yunia pada Dony Dony memandang Yunia hampa, "Dulu aku tidak pernah percaya adanya keajaiban. Tapi saat kita bertemu kembali, aku tahu keajaiban itu ada yaitu berupa kamu. Kamu yang membuat aku bisa melalui semuanya. Yang bisa merubahk

