57. Adik Kecil

2137 Kata

Akbar yang melihat wajah terkejut Faisya hanya mengulum senyumnya. Jika dulu ia merasa teramat kecewa karena Faisya melupakannya semudah itu, maka kali ini ia memaklumi. Mungkin saja karena Faisya masih kecil, ingatannya jadi tak sekuat dirinya. Ditambah mereka sudah lama tak bertemu dan kembali bertemu saat keduanya sudah sama-sama dewasa. Yang terpenting saat ini Faisya ada di sampingnya dengan status yang tidak akan membuat perempuan itu pergi lagi darinya. Tinggal menunggu kehadiran si calon buah hati yang akan melengkapi kehidupan rumah tangga mereka. Membayangkan kalau si adik kecilnya ini mempunyai anak dengannya membuat Akbar terkekeh pelan, aneh-aneh saja pikirannya ini. "Mas? Kok malah bengong sih? Dari tadi aku ngomong sama sekali nggak ditanggapin." Akbar tersentak dari lamun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN