Aku dapat merasakan punggung Xander menegang saat melihat Mom. Tanganku dengan refleks mengusap punggungnya untuk memberikan dukungan. Dia mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Mom namun Mom menolak, alih-alih membalas Mom memeluk Xander dengan hangat. “Aku tahu anakku sedikit keras kepala, namun melihatmu aku yakin kau dapat memimpinnya dengan baik.” Ucap Mom pada Xander sesaat setelah ia melepaskan pelukannya. Xander tersenyum kaku. “Maaf kita terpaksa mengadakan pernikahan ini disini. Kondisi kehamilan Kate membuatku tidak punya pilihan dan membatalkan acara di Australia.” Suatu malam saat Xander bertanya mengenai pesta pesrnikahan ini aku mengusulkan agar menikah di negara asalku dan dia menyetujuinya. Baginya tidak masalah dimanapun kita menikah. Namun sesaat setelah menge

