Aku memegang tangan Andrew yang masih terikat dan melakukan apa yang harus ku lakukan. Aliran listrik mengalir lembut dari tanganku, tubuh Andrew menegang dan tersentak. “Katy, apa yang kau lakukan?” Bisik Kiara. Aku tidak menghiraukannya dan memfokuskan pikiranku pada Andrew, saat aku merasa Andrew sadar apa yang ku lakukan tubuhnya kembali santai. Aku menatap luka bekas pukulan di tubuhnya menghilang. “Luar biasa.” Andrew mendecak kagum. “Tenagaku seperti terisi kembali. Aku bisa melepaskan tali ini dengan mudah.” Kekuatan Andrew kemarin seperti terkuras habis hingga ia tidak mampu meregangkan tangannya untuk melepas ikatan itu. Aku setuju, Andrew terlihat jauh lebih segar walaupun darah yang mengotori tubuhnya masih ada. “Tapi kau harus tetap makan. Dan jangan hapus darah ditubuh

