Part 28 ~ Hari Bahagiamu

1427 Kata

Rama mendengus kesal saat gendoran pintu kamarnya semakin membabi buta, ia sengaja menguncinya tadi agar tidak ada yang menganggunya bermain game online di komputer. Malam ini, ia sama sekali tak ada kegiatan setelah seharian lelah mengurusi pembukaan cabang baru lagi jasa ekspedisi miliknya. "Apa sih, Ma? Tangan Mama tidak sakit apa?" tanya Rama, ia meraih tangan Dina yang hendak kembali menggedor pintu saat Rama membuka pintu kamarnya. "Mama panggil-panggil tidak ada sahutan sih, jadi Mama gedor terus saja," "Ada apa?" "Antar Mama ke rumah teman Mama, ada acara," kata Dina. "Malas ah, Ma. Aku sedang main game," kata Rama, ia bersiap untuk kembali ke tempatnya, dimana layar itu masih menyala. "Ayolah Rama, kamu tega membiarkan Mama pergi sendirian malam-malam seperti ini? Kalau buk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN