" sayang ... " panggil Adrian memecah kesunyian diantara mereka. Adrian tidak tahan didiamkan oleh Laras. selama mereka kenal sampai menikah belum pernah Laras mendiamkannya. " kamu marah sama aku ?" tanya Adrian sambil menoleh sekilas pada Laras. konsentrasinya harus terbagi dengan lalu lintas didepannya. " Angel hanya teman biasa " lanjut Adrian meyakinkan Laras. " apa aku bisa percaya ?" tanya Laras. Ia ingin percaya tapi hati kecilnya melarang. Adrian memarkirkan mobilnya di tepi jalan. walau jarak rumahnya sudah tidak terlalu jauh lagi tapi Adrian tidak bisa menunggu sampai dirumah untuk menjelaskan pada Laras hubungan Angel dengan dirinya dimasa lalu. Laras harus tahu dari mulutnya sendiri. Adrian menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan, mengumpulkan se

