“Maafkan, sikap kakakku tadi. Laras,” ucap Deril setelah keduanya duduk di teras. “Sudahlah, Deril. Kamu sudah meralatnya kan, tadi. Kenapa harus minta maaf,” jawab Laras. “Tidak, tadi di pesta aku hanya meralatnya. Tapi belum meminta maaf padamu,” tegas Deril. “Oh ya, kenapa kau meninggalkan Pratama Company dan malah memilih di Total Yum? Sedangkan di Total Yum kamu tidak bisa mendapatkan penghasilan sebesar di Pramata Company,” kata Laras. “Karena kamu, Laras,” jawab Deril serius menatap Larasati. “Hah... “ Laras terkejut. Dia tidak menyangka akan mendapat jawaban seperti itu. “Benar, Laras. Awal mula aku gabung dengan warung kamu karena aku benar-benar menyukaimu, Laras,” tegas Deril. “ Apa kau sudah lupa, dengan semua usahaku itu?” tanyanya kemudian. “Aaa.. iya.. iya. Tentu

