44. Keras Kepala

1754 Kata

Laras hanya diam saja. Perasaannya campur aduk tidak karuan rasanya. Antara khawatir dengan Ryan yang memaksakan diri, menyetir sendiri dan juga kesal dengan kekasih pura-puranya itu. Wajah Ryan masih terlihat agak kemerahan. Mungkin tanda demamnya masih tinggi. “Jangan takut. Aku tidak akan membuatmu celaka dan akan mengantarmu pulang dengan selamat,” kata Ryan mencoba membuka pembicaraan. Namun Laras tetap diam saja. Pandangannya tetap terarah ke jendela mobil. Santai menikmati pemandangan. Dia seolah tidak mendengar perkataan Ryan. Walau sebenarnya dia mendengarnya. Dia tahu Laras sedang kesal dengannya. Ryan harus mencari cara untuk menghilangkan rasa kesal Laras. Agar Laras mau berbicara lagi dengannya. Ryan sedang berpikir keras untuk itu. “Oh... Bunga Asternya sudah dipanen!

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN