Sejak Nia meminta Andra untuk menceritakan secara detail sosok Revan, Andra selalu merasa gelisah dan terjaga sepanjang malam. Bahkan sampai menjelang pagi rasa kantuknya pun tak kunjung datang. Andra hanya membalik-balikkan tubuhnya saja di atas kasur king sizenya. Berharap pagi segera tiba agar ia bisa bergegas untuk segera berangkat sekolah. Jika di pikir-pikir Andra sudah tidak punya hak lagi untuk mencampuri urusan hati Nia karena statusnya sekarang kakak kandung bukan pacar Nia lagi. Jam dinding sudah menunjukan pukul 03.30 maski tinggal beberapa jam lagi menunggu sang fajar tiba, Andra menelepon Revan dengan tidak sabaran. Tak perlu menunggu nada dering kedua, suara Revan pun terdengar. "Halo Ndra. Tumben, Kesambet apa lo jam segini telpon gue" "Gue mau nanya sesuatu! Lo harus

