Sejak Andra melihat kepergian Nia di kantin yang terburu-buru dengan wajah yang sangat pucat, menjadi kecemasan tersendiri bagi Andra sekarang. Pertanyaan demi pertanyaan terus mengisi dan memenuhi kepalanya. Sehingga dengan ego yang mendominasi membuatnya menjadi dilema, Apakah dia harus bertanya atau pura-pura tidak perduli. Sungguh ini menjadi pilihan yang sulit, karena misinya untuk melupakan dengan cara menghindari dan puasa bicara akan sia-sia. Apalagi sekarang Nia semakin rajin menyambangi kamarnya, dengan alasan yang sangat sepele dan sangat tidak penting membuat hati Andra terbakar dan tertusuk tusuk. "Kak Andra sayanggggggg.. Nia boleh masuk?" tanya Nia yang langsung nyelonong masuk. Yang hanya di jawab Andra dengan menaikkan sebelah alis sebagai jawaban 'udah masuk begini, ng

