Sudah hampir dua jam mereka di buat tegang di depan ruang operasi Awan. Senja masih terus menangis, tapi untunglah sekarang ada Bella yang baru saja datang, dan memeluk gadis itu. "Gue yakin operasinya pasti berhasil, Awan itu kuat ja," kata Bella. "Tapi ini semua salah Senja Bella, Senja yang harusnya berada di dalam bukan Awan," Senja berucap lirih, suaranya sudah terdengar sangat serak karena terus menangis sendari tadi. "Jangan nyalahin diri lo gitu, itu udah pilihan Awan buat lindungin lo. Lo yang tenang ya, Awan butuh suport doa lo." "Gimana keadaan Awan?" Mendengar itu, semua yang ada di sana menoleh ke arah Richard yang baru saja tiba. "Awan masih di ruang operasi om," jawab Pandu. "Bagaimana ini semua bisa terjadi Ndu? Siapa yang berani tembak Awan?" Tanya Richard. Dirinya s

