"Kau serius tidak melakukan apapun padanya?" selidik Reiko, ekspresinya terlihat curiga. "Kubilang aku tidak melakukan apa-apa!" Wataru duduk di kursi kerjanya, menyilangkan kaki dan tangan, matanya tak luput pada Misaki yang kini gelisah oleh demam tinggi. "Lalu, siapa lagi dia?" Reiko melotot pada Mika yang duduk ketakutan di kursi. "Abaikan saja dia!" sergahnya cepat. Reiko memicingkan mata. "Kalau urusanmu sudah selesai, sebaiknya kau pergi, nona." Mika mengangguk takut-takut, bergegas meraih semua barang-barangnya keluar ruangan. "Kau masih saja bertahan dengan kelakuan busukmu ini." ujar Reiko dingin, tangannya memeriksa dahi Misaki. "Bagaimana keadaannya?" Ia mengamati dengan saksama. "Demamnya sangat tinggi. Aku butuh membawanya ke rumah sakit." "Ok. Kita bawa dia ke ruma

