Kejadian kantor yang telah beberapa hari ini membebani pikiranku membuatku benar-benar kelelahan. Aku seperti tak tahu kapan aku harus beristirahat dan bekerja untuk itu semua. Pikiran dan otakku berputar-putar layaknya gasing, bedanya hanya dia tak tahu kapan berhenti berputar di dalam porosnya. Dan sama dengan gasing itu, aku benar-benar pusing untuk membebani semua pikiranku. Aku memutuskan untuk tidak masuk kantor hari ini, aku sudah berpesan kepada Wulan juga sebelumnya. Wulan nampak paham dengan kondisiku, dan membiarkanku untuk tidak masuk. Dia memang peduli denganku, peduli dengan apa yang kupikirkan dan juga bagaimana kondisi mentalku sekarang ini. Dia tidak mungkin ingin melihat sahabatnya ini terkena mental dan jatuh sakit karena permasalahan berat ini. Aku lebih memilih untuk

