Nasib yang buruk, benar-benar buruk. Aku bahkan belum sempat melakukan apa-apa yang berguna saat menginjak tanah kosong ini. Namun kami sudah sangat bodoh sampai-sampai tertangkap karena kejahatan yang kami bertiga bahkan tak tahu ada apa dan juga kenapa. Yang bisa kubayangkan sekarang hanyalah jika mungkin aku bisa kabur untuk menyelamatkan diriku sendiri sekarang ini. Tapi karena lampu senter yang menyorot kami itu, aku tak tahu apa yang sedang dipegang oleh pak polisi yang ada di sana. Bisa saja, kalau dia mungkin memegang sebuah senjata api sekarang, dan aku tak memiliki kesempatan untuk bisa berlari atau sesimpel bertahan sekarang. Aku mungkin harus mencoba untuk diam di tempat tidak bertindak sesuatu hal yang bodoh hanya karena aku bertindak ide sok keren. “Tenang kan dirimu Sabrin

