Gama baru selesai berbelanja bahan bahan untuk membuat seblak. Untung saja di supermarket lengkap, jadi Gama tidak perlu berbelanja terpisah. Kerupuk seblak biasanya hanya ada di pasar tradisional. Usai membayar, Gama langsung pulang. Di tempat parkir mall, baru saja Gama menghidupkan mesin mobilnya, tapi teleponnya berdering. Gama melirik layar, ternyata istrinya yang sedang menelepon. Kalau saja bukan Luna yang menelepon, Gama mungkin akan mengabaikan panggilan itu. Mengingat yang meneleponnya adalah Luna, ia mematikan mesin mobilnya, kemudian mengangkat telepon dari Luna lebih dulu sebelum jalan. “Halo, Sayang.” “Mas Gama kapan pulang, Mas?” “Ini sudah mau pulang. Kenapa, Sayang?” “Enggak kenapa kenapa.” Balas Luna terdengar lesu. “Kenapa, Lun? Kamu mau titip makanan apa?”

