72 - War

1734 Kata

Mata Luna dan Camelia saling menatap tajam. Tersirat kebencian satu sama lain. Camelia yang benci Luna karena dia adalah perempuan yang berhasil memiliki Gama, sedang Luna yang benci Camelia karena dia adalah perempuan dari masa lalu Gama. Rumit. Di belakang tubuh Luna, Gama menggenggam tangan istrinya erat. Pria itu berusaha menenangkan Luna. “Sayang, kita pulang, ya?” ujar Gama lembut. “Nggak, Mas.” Balas Luna tanpa mengalihkan tatapan tajamnya dari Camelia. “Ngapain di sini? Saya sudah bantu Camelia buat derek mobilnya. Dan mobil panggilan juga bentar lagi datang.” “Biarin aja. Kita tunggu Tante Mel sampe pergi dari sini. Kasihan, kalo bantu ‘kan nggak boleh setengah setengah.” “Tapi kamu marah. Ayo kita pulang aja.” Luna menggeleng. Ia masih belum puas melontarkan kebencian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN