"Luna... Sayang!!!" Seru Gama saat ia baru memasuki rumahnya. Keringat Gama mengucur deras karena panik. Di mobil ia menyalip sana sini sampai mendapat klakson berkali kali dari mobil lain. Jalanan lumayan macet, jadi tidak heran kalau Gama mendapat protes dari pengendara lain karena menyetir seenaknya. Ia menaiki dua anak tangga dengan langkah lebar. Sesampainya di kamar, Gama melihat Luna meringkuk seraya menangis. Semakin panik Gama dibuatnya. "Sayang, kenapa?" tanya Gama saat ia sudah duduk di tepi ranjang dan menyentuh kening Luna untuk memeriksa suhunya. "Pusing, Mas." Keluh Luna. Gadis itu duduk dan memeluk Gama erat. Ia menyandarkan kepalanya pada d**a Gama. Masih menangis karena Luna merasa sedih tanpa alasan. "Sakit banget sampe nggak berhenti nangis?" tanya Ga

