“Istriku yang cantik baru pulang.” Ujarnya. Luna mengernyit bingung. Gama terlihat sangat mabuk. “Mas Gama ngapain di depan rumah Luna? Kenapa nggak masuk? Mobilnya mana?” tanya Luna: “Nggak bawa mobil.” Ujar Gama. Saat Luna mendekati suaminya, Luna kembali menjauh seraya mengipas depan hidung. Bau alkohol pada tubuh Gama sangat menyengat. “Mas Gama mabuk, ya?!” “Iya. Hahahaha.” Gama mendekati Luna. Baru ia hendak mengucapkan sesuatu, namun ia sudah ambruk terlebih dahulu. Alkohol sudah merenggut kesadaran Gama. Ia ambruk di pelukan Luna, membuat Luna hampir terjungkal karena tiba tiba harus memapah tubuh besar Gama. “Mas Gama bangun!” Luna menepuk-nepuk pipi Gama. Tapi percuma, pria itu sudah tidak sadarkan diri karena mabuk. “Mas, Mas Gama.” “Hum?” Gama hanya meracau tid

