Luna terbangun dengan perut yang sangat keroncongan. Tubuhnya lelah, bahkan pegal pegal. Ia hanya makan saat sarapan tadi, dan sekarang sudah malam. Ia melihat samping dan Gama tidak ada di tempatnya. “Mas Gama... Mas Gama...” panggil Luna. Luna melihat jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Ia membulatkan matanya. Pasti Abizar sudah pulang dari tadi. Luna buru buru turun dari ranjang, ia berlari menuju ruang ganti. Luna mengambil pakaian terusan selututnya asal. Ia segera mengenakannya dan keluar dari kamar. “Mas Gama... Mas Gama!” seru Luna turun dari tangga. Ia bahkan lupa kalau tubuhnya sedang lelah karena kegiatannya dan Gama. Saat sampai di dapur, Luna melihat suaminya sedang bergelut dengan bahan masakan. “Mas...” panggil Luna. “Ada apa, Sayang?” “Abizar sudah pu

