Malamnya, Luna tidur di pelukan Gama. Gadis itu memeluk Gama erat, seraya menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Gama. Luna kelelahan setelah kegiatan mereka sedari sore tadi. Gama seperti hyena kelaparan saat mereka melakukan kegiatan di atas ranjang. Perut Luna keroncongan, alhasil ia terbangun dari tidur nyenyaknya. Luna melirik Gama yang masih tertidur lelap. Gadis itu menoel pipi Gama. “Mas, Mas Gama.” Panggil Luna pelan. Gama masih asik tidur. Luna sempat berpikir kalau ia tidak usah makan malam sekalian dan melanjutkan tidur, namun, perutnya benar benar keroncongan. Luna lapar. “Mas Gama.” Panggil Luna lagi. Luna mencubit hidung mancung Gama, membuat sang empu merasa terganggu dan akhirnya membuka kedua matanya. “Mas.” “Hm? Ada apa, Lun?” “Luna lapar. Mas nggak lapar? Per

