Malam Penuh Cumbuan

1632 Kata

Di dalam kabin yang telah dibatasi layar kain beraroma apel merah dan madu. Hans terus saja menyulut api asmara di dalam diri Aurora, sembari menikmati detak jantung yang terus menyala. Keduanya saling bertukar saliva, seraya tersenyum. Saat ini, ciuman manis pun kian membekas dan terasah sempurna. Tiba-tiba saja, kenangan kecupan pertama, terbayang kembali. Semua itu, semakin memanggang romansa diantara mereka berdua. "Sayang," bisik Hans manja, lalu menggigit lembut daun telinga istrinya. "Hm?" Hans tersenyum manis dan melanjutkan pertanyaannya. "Seperti inikah cinta yang sesungguhnya?" Aurora mengangguk, lalu menyandarkan tubuhnya yang sintal di d**a suaminya. Seketika, mata Hans terbelalak dan ia semakin terpesona akan keindahan Aurora yang sejak awal telah berhasil membuat dunian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN