Bel istirahat berbunyi dan aku segera ngacir keluar kelas. Aku bisa mendengar Melodi memanggil-manggil di belakang. Tapi aku berhasil tidak memberi atensi padanya. Aku bergegas berjalan menuju markas. Aku sudah tak sabar bertemu Kak Langit. Eh, maksudku akuingin bertemu Kak Langit karena ingin menanyakan soal kerjaan dia menguping pembicaraan Tasya semalam. Tenang, bukan karena alasan lain-lain kok! Aku sampai di depan markas dan kebetulan Kak Langit baru saja keluar dari lift untuk keluar masuk markas. Dia sepertinya hendak pergi ke suatu tempat. Tapi kemana? "Kak," sapaku cepat-cepat. Aku pun lanjut bertanya, "Mau ke mana lo?" "Sarapan di kantin. Mau ikut?" tawarnya sambil sibuk dengan ponselnya. Aku mengangguk saja dan mengekorinya. Aku kan butuh info da

