Aku sudah mandi dan sudah mengenakan pakaian yang rapi. Tapi untuk keluar kamar, aku tidak berani. s**l, mendadak aku jadi pengecut begini. Ah, bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan di depan dua orang cowok itu? Sudah lah, kalau aku kelamaan berpikir, takutnya dua cowok itu malah mulai saling mengobrol. Salah-salah, situasi bisa makin rumit. Aku bergegas meninggalkan kamar, menuruni tangga, dan menemui dua tamuku di ruang tamu. Hal pertama yang kulakukan saat akhirnya berdiri di hadapan mereka adalah tentunya menyapa keduanya. "Hai, Kak Agas. Hallo, Kak Langit," sapaku dengan kaku. Kak Agas membalas dengan senyuman. Sementara Kak Langit membalas sapaanku dengan anggukan. Aku lantas mengambil tempat duduk di seberang mereka. Setelah duduk, aku melirik dan tersenyum ke arah mamaku

