Ternyata, Vienna bisa diandalkan. Meski terlihat malu-malu, dia berhasil menyelesaikan sesi wawancara dengan narasumber untuk liputan kami. Setelah selesai wawancara, aku dan Vienna diajak Kak Tasya untuk bergabung dengannya dan Kak Rian. Katanya dia akan membantuku dan Vienna membuat artikel berdasarkan wawancara kami tadi. Berhubung aku dan Vienna tidak membawa laptop, Kak Rian berbaik hati meminjamkan laptopnya. Aku dan Vienna pun mulai berusaha menulis artikel. Kak Tasya membantu membenahi ejaan, mencari diksi yang sesuai, dan membantu me-layout tulisanku dan Vienna. Sementara Kak Tasya sibuk membantu aku dan Vienna, Kak Rian mengerjakan laporan yang sepertinya juga berkaitan dengan liputan. "Tasya," panggil Kak Rian membuat Kak Tasya yang semula tengah meng

