Kak Langit menelepon di tengah perbincanganku dengan Riga dan Vienna. Dia minta agar aku pergi ke ruang makan. Katanya ini menyangkut masalah penting. Jadi cepat-cepat kututup obrolanku dengan Riga dan Vienna, lalu aku segera menuju ke ruang makan. Setibanya di tempat itu, aku disuguhi pemandangan tiga cowok tampan yang kukenali sebagai ketua club beberapa cabang olahraga. Aku mencari Kak Langit di ruang itu. Kudapati Kak Langit tengah mojok sembari bergulat dengan laptopnya. Berhubung aku tidak kenal-kenal amat dengan tiga cowok yang merupakan ketua club olahraga itu, aku memilih langsung merangsek mendekati Kak Langit. "Kak, lo ngapain ngumpulin mereka?" tanyaku penasaran. Kak Langit yang ternyata tidak menyadari kehadiranku sejak tadi pun terlihat cukup

