Aku merasa ada yang janggal dengan Kak Langit. Mendadak dia jadi menjaga jarak denganku. Apa ini menyangkut masalah yang tadi itu? Duh, gobloknya diriku. Kenapa juga aku harus bertanya soal itu? Sudah jelas tidak ada hubungan apa-apa di antara kami. Lalu dengan bodohnya, aku masih bertanya untuk memastikan hal itu. Buat apa coba? Tapi melihat Kak Langit yang menjaga jarak begini, sepertinya aku membuatnya tersinggung. Mungkinkah dia marah? Jangan bilang dia cemburu? Itu gawat! "Thanks ya infonya," ucapku sebelum berlalu meninggalkan Kak Langit. Aku bergegas meninggalkan markas dan berusaha tidak terlalu ambil pusing soal perubahan sikap Kak Langit. Toh, aku juga merasa tidak terlalu nyaman ketika berada di dekatnya. Jadi ada bagusnya kalau dia menjaga jarak deng

