✉ 77 || Titania Raya

1412 Kata

    Kami sudah melempar umpan. Beberapa orang sepertinya sudah mulai hari terpengaruh. Bahkan di grup CAC jurnalistik, Riga dan Vienna berhasil menggiring opini.     "Langkah selanjutnya apa?" tanya Riga dengan semangat. Ia terlihat puas dengan respon-respon yang ia terima.     Aku menghela napas. Sepertinya, aku harus melihat bagaimana reaksi Tasya sebelum memutuskan langkah apa yang akan aku dan teman-temanku tempuh selanjutnya.     "Kita lihat respon Tasya dulu. Sejauh ini dia belum buka suara di grup jurnalistik, kan?" Aku berusaha memastikan.     "Iya, belum Kak," jawab Vienna singkat, seperti biasa.     Aku mengangguk-angguk. Sambil berpikir, aku memperhatikan Riga yang masih fokus pada ponselnya. Lantas aku terpikirkan sesuatu.     "Riga, Vienna, kalian berdua mantau Tas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN