Mendapatkan tekanan dari Axton bukan harapan yang mereka pikirkan ketika datang ke wilayah selatan. Mereka berdua terlihat marah namun juga takut. Dan Shabel memberanikan diri untuk mencoba peruntungannya. Lebih tepatnya memaksakan peruntungannya. Dengan wajah marah tapi sedikit takut, ia maju. "Axton, kami adalah orang tuamu! Bagaimana bisa kau memperlakukan kami seperti ini!" kata Shabel dengan keras. Ia kemudian menatap Vetri dan melemparkan pandangan kebencian padanya. Vetri bahkan terkejut akan hujaman kebencian yang muncul padahal mereka baru pertama kali bertemu. "Ini pasti karena wanita rendahan ini. Kau bersikap kurang ajar pada kami karena wanita rendahan ini! Dia seperti siluman rubah yang mencuci otakmu. " Mata Axton memerah. Emosinya mulai tersulut tak kala Shabel mula

