"Usir dia, Sarah!" Tazuddin memandang sebelah mata pria paruh baya itu. "Kamu adalah seorang kepala penanggung jawab, tidak boleh korupsi dengan cara menerima hadiah dari sembarang orang!" "Betul!" Yatin juga berkata. "Cepat suruh dia pergi. Sakiman adalah pengembang besar, kamu tentu bisa menerima hadiah darinya. Tapi untuk bawahan seperti ini, tentunya tidak sederajat dengan Sakiman. Jika kamu menerima hadiah darinya, maka kamu hanya akan kerepotan setengah mati ke depannya!" "Ha?" Sarah terkejut, dia mengenali pria paruh baya tersebut. Berkat pria ini, dia bisa menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan Harahap Lestari di Restoran Sushiya waktu itu. Tepat pada saat itu, Sakiman yang sedang bersiap untuk makan dengan sendoknya, ketika melihat pria paruh baya ter

