Bab.3 Barang Palsu?

1190 Kata
  Tentu saja, Salma membutuhkan nomor ponsel Fernando untuk layanan purna jual, di sisi lain, jika Fernando meninggalkan nomor ponselnya, kedepannya Salma mungkin bisa berhubungan lagi dengan Fernando.   Jika kamu bisa bergaul dengan orang seperti Fernando, kedepannya mungkin masa depan kamu bisa lebih cerah.   Fernando tentu bisa membaca isi pikiran Salma, martabatnya saat ini sangat tinggi, satu kalimat saja bisa membuat orang hidup sejahtera.   Siapa yang mampu menahan godaan seperti ini.   "Baik."   Fernando berpikir sejenak dan memberi Salma nomor ponselnya.   Setelah mendapatkan nomor ponsel Fernando, Fernando bisa melihat bahwa napas Salma menjadi sedikit cepat, perlahan pipinya memerah.   "Mungkin inilah pesona uang..."   Fernando menggelengkan kepalanya sedikit lalu melangkah keluar dari Tiffany Jewelry.   Fernando bersiap pergi ke kantor Sarah, dia ingin memberinya kejutan dengan perhiasan ini.   Sarah bekerja sebagai akuntan di sebuah perusahaan keuangan di Kota Lautan Timur, penghasilannya sekitar enam belas juta per bulan. Walaupun gajinya terlihat sangat besar, tetapi Kota Lautan Timur adalah kota yang konsumtif, selain pengeluaran rumah tangga sehari-hari, Sarah bahkan tidak bisa menabung banyak.   Di PT Langit, di dalam kantor Sarah.   "Sarah, kita adalah teman sekelas di universitas, dan kita sudah saling kenal selama lima atau enam tahun, apa yang baru saja kukatakan adalah untuk kebaikanmu sendiri." kata seorang wanita di hadapan Sarah.   Wanita itu mengenakan pakaian formal berwarna coklat, dengan rambut hitam tertata di belakang kepalanya, riasannya tidak terlalu tebal dan wajahnya terlihat cantik, tubuhnya memancarkan aura wibawa yang samar.   Qomariyah Zoebir, presiden PT Langit, adalah definisi sejati dari wanita cantik nan kaya. Meskipun seumuran dengan Sarah, dia belum menikah dan masih lajang, pria yang mengejarnya dapat membuat antrian sepanjang kereta, setiap hari di kantor semua orang bisa melihat betapa banyak kiriman bunga untuknya.   "Menurutmu, apa bagusnya Fernando?"   Qomariyah melanjutkan, "Kalian telah menikah hampir setahun, dia bahkan tidak memberikan perhiasan apa pun kepadamu, apakah dia laki-laki sejati? Dia bahkan belum punya pekerjaan tetap, dia makan dan menunggu ajalnya setiap hari. "   “Qomariyah, Fernando mencintaiku, jangan berkata seperti itu tentang dia.” Sarah mengerucutkan bibirnya, dia kelihatan kesal.   “Sarah, berapa umurmu? Kenapa kamu begitu polos? Kamu benar-benar percaya pada cinta!” Qomariyah mencibir.   "Zaman sekarang ini, ada uang baru ada cinta. Tanpa adanya uang, bagaimana kamu bisa menguatkan cintamu? Apakah pria miskin seperti Fernando itu bisa memberimu kebahagiaan akan cinta?"   "Qomariyah..." baru saja Sarah hendak membantah, Qomariyah pun menyela.   "Contohnya saja salah satu pria yang mengejarku, yaitu putra dari Sakino Latief, pemegang real estate di Kota Lautan Timur, dia memberiku sebuah mobil sport hanya untuk mengejarku."   "Meskipun aku tidak memiliki perasaan padanya, tapi yang dia berikan adalah sebuah mobil sport. Fernando sangat tidak berguna, walaupun terlahir kembali sepuluh kali, dia tidak akan bisa memberimu apa-apa! Apakah dia memenuhi syarat untuk memberimu cinta?"   "Sarah, tampangmu sendiri tidak buruk, bersama pria seperti itu hanya akan membuatmu menderita seumur hidup!"   “Qomariyah, aku tidak tertarik dengan mobil sport, rumah mewah, dan lainnya, aku hanya suka bersama Fernando dan menjalani kehidupan yang biasa, Fernando sangat baik padaku.” Sarah terlihat serius menjawabnya.   “Baik, karena kamu tidak tertarik mengenai semua itu, maka aku akan membahas masalah yang nyata denganmu,” kata Qomariyah.   "Jangan bicarakan hal lain, tekanan pada kehidupan zaman sekarang sangatlah besar, ketika anakmu lahir, kamu harus mengeluarkan uang untuk perawatan rumah sakit, s**u formula, dan sekolah! Bagaimanapun itu membutuhkan jutaan rupiah!"   "Lalu Fernando, apakah dia akan menanggung biayanya? Dia bahkan tidak bisa membesarkan anak-anaknya sendiri! Sederhananya, dia bahkan tidak memiliki kualifikasi untuk menjadi seorang ayah!"   Qomariyah semakin menggebu-gebu membahasnya.   "Waktu dan energimu tidak sepadan untuk diberikan kepada orang seperti dia! Sebagai teman yang baik, aku memiliki kewajiban untuk membujukmu menceraikan Fernando!"   "Qomariyah." suara Sarah tiba-tiba menjadi dingin, ekspresinya datar.   "Menikah dengan ayam jadi ayam, menikahi anjing jadi anjing, aku telah menikah dengan Fernando, dan aku adalah istrinya, walaupun dia tidak punya uang, aku tidak akan menceraikannya! Mau sesusah apa pun, asalkan bersama Fernando, aku sudah bahagia dan puas."   "Kita adalah teman baik, jadi aku tidak ingin mendengar kamu memintaku menceraikan Fernando lagi, aku tidak ingin memutuskan pertemanan kita cuma karena hal ini."   Nada suara Sarah terdengar tegas, bersungguh-sungguh, dan tidak berpura-pura.   "Ugh."   Qomariyah tidak berbicara lagi, dan menghela nafas ringan, mau bagaimanapun besi tidak bisa menjadi baja.   Qomariyah benar-benar tidak paham kelebihan apa yang dimiliki Fernando sehingga Sarah begitu mencintainya.   “Nona Qomariyah, di luar ada seorang pria bernama Fernando, katanya dia adalah suami dari Nona Sarah, dia ingin masuk dan menemui Nona Sarah.” kata asisten Qomariyah yang tiba-tiba memasuki ruangan.   "Fernando ada di sini?"   Sarah dan Qomariyah pun terkejut.   "Biarkan dia masuk!"   Qomariyah berkata dengan enggan, dalam hati dia sangat meremehkan Fernando, dia sangat bosan setiap kali melihat si pecund*ng Fernando.   Terakhir kali mereka bertemu adalah ketika Sarah menikah, Qomariyah bertemu Fernando untuk pertama kalinya, Qomariyah hanya datang dan memberikan amplop pernikahan, kemudian langsung pergi tanpa benar-benar mengikuti pestanya.   Gadis baik seperti Sarah menikahi Fernando adalah sebuah hal yang sia-sia, bahkan memikirkannya saja Qomariyah semakin jengkel.   ...   Setelah beberapa saat, Fernando membawa kotak perhiasan itu ke kantor Sarah.   "Sayang kenapa kamu datang ke sini!"   Sarah berdiri dan menyambutnya dengan gembira.   "Aku baru saja membelikan beberapa hadiah di luar, jadi aku memberikannya padamu."   Fernando tersenyum sekilas dan memberikan kotak berisi perhiasan itu, keluarganya telah mencabut pembatasan pemakaian kartu Fernando, mulai saat ini dia akan memberikan Sarah kehidupan yang lebih baik.   “Itu…...Tiffany Jewelry?” Qomariyah terkejut melirik logo di kemasan kotak perhiasan.   Itu pasti bukan Tiffany Jewelry, dengan kemampuan finansialnya, Qomariyah telah memiliki banyak barang mewah di rumah.   Yang membuat Qomariyah tidak menyangka adalah Fernando, pria miskin itu, benar-benar membawa kotak perhiasan Tiffany di tangannya.   "Sayang, apa yang kamu..."   Ketika Sarah melihat logo Tiffany, mulutnya tiba-tiba menganga, tentu saja dia sangat terkejut.   “Ketika kita menikah, aku belum membelikanmu perhiasan seperti cincin berlian, bukan? Sekarang aku akan menebusnya.” Fernando menyentuh kepala Sarah dan tersenyum hangat.   "Haha, Fernando, apa kamu menganggap Sarah bodoh? Beraninya memakai trik ini untuk mempermainkan perasaannya!"   Qomariyah mencibir, maju selangkah, lalu mengejek Fernando.   "Bilang saja, di mana kamu membeli perhiasan palsu yang ada di dalam kotak ini? Kalau tidak salah, kotak perhiasan itu lebih mahal daripada perhiasan di dalamnya!"   Mata Qomariyah melotot tajam, sekilas dia bisa memastikan bahwa kotak perhiasan itu benar-benar asli, karena dia memiliki beberapa set perhiasan Tiffany di rumahnya, dan kotak itu persis sama dengan yang dibawa Fernando.   Tidak salah lagi. Entah bagaimana Fernando bisa mendapatkan kotak dari Tiffany Jewelry, kemudian memasukkan perhiasan palsu ke dalamnya, dan menipu perasaan Sarah.   "Barang palsu?"   Fernando terkejut, perhiasan ini berharga satu milyar rupiah, bagaimana bias barang itu palsu?   "Aku pernah mendengar bahwa Nona Sarah memiliki suami yang miskin, tidak kusangka aku bisa melihatnya hari ini!"   Di kantor, beberapa karyawan lain datang membawa rasa penasaran.   "Konon katanya, suami Nona Sarah adalah pria tidak berguna yang hanya bisa tidur dan makan, dia bahkan tidak memiliki pekerjaan tetap!"   "Nona Sarah benar-benar malang menikahinya, bagaikan sekuntum bunga yang jatuh di tengah lumpur!"   "Aku tidak akan membahas fakta bahwa kamu miskin, tapi aku tidak menyangka kamu akan membeli barang palsu dan memberikannya kepada Sarah di tempat umum seperti ini! Apa kamu tidak takut ketahuan? Dasar tidak tahu malu!"   "Orang ini pasti bermasalah!"   Tiba-tiba, kantor itu penuh dengan gumam bisikan.   Orang-orang memandang Fernando dengan tatapan penuh penghinaan dan cacian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN