Fernando memeluk pinggang ramping Sarah, dia dengan hati-hati menggendong Sarah layaknya seorang putri dan masuk ke dalam kamar. ... Keesokan paginya, sinar matahari yang cerah memasuki ruangan. Sarah mengulurkan tangannya yang seputih salju, kemudian meregangkan pinggangnya yang pegal, wanita tersebut tiba-tiba melihat sesosok pria yang menawan. Sarah menoleh dan menyadari bahwa Fernando sudah bangun, pria itu diam-diam sedang memperhatikannya. “Bagaimana rasanya tadi malam?” Fernando bertanya. Sarah tersipu malu. "Lu…...lumayan, hanya saja kakiku agak sakit." Mengingat kegilaan tadi malam, jantung Sarah berdetak semakin cepat, dan dia pun bertanya. "Sayang, penyakitmu…..." “Sudah sembuh.” Fernando tersenyum. “Benarkah?!” mata Sarah berbinar, dia merasa

