Seminggu setelah sadar dari komanya, Biru diperbolehkan pulang oleh para dokter, meskipun dia masih mengalami keterbatasan gerak terutama di kaki kanannya yang memang cukup parah. Dan dia pun untuk sementara ini diharuskan mengenakan kursi roda. Sehingga Biru belum bisa mengikuti pelajaran seperti biasanya. Setiap tiga hari sekali Angga akan bergantian dengan Sammuel mengantar Biru ke rumah sakit untuk melakukan fisioterapi pada kaki kirinya agar bisa digerakkan dengan normal lagi. Selama istirahat di rumah, Darrel yang merupakan teman sekelas Biru membawa laptop ke sekolah dan diletakkan di meja Biru, membuka aplikasi online untuk melakukan siaran langsung suasana kelas dan penjelasan mengenai pelajaran dari para guru di sekolah, jadi meskipun Biru tak dapat sekolah tatap muka langsung,

