Enam Puluh Lima - End

1307 Kata

Hari demi hari telah terlewati, tak terasa Biru telah memasuki penghujung masa sekolah di kelas dua belasnya. Tanpa kesulitan apapun karena bantuan dari teman sekolahnya yang membantunya melewati semuanya dengan baik. Selama ini dia selalu rutin menjalani fisioterapi dengan ayah Sammuel atau papa Angga yang bergantian menemaninya, meskipun masih menggunakan kruk untuk membantunya berjalan, namun kakinya perlahan mulai bisa digerakkan. Sebulan belakangan ini, Sammuel meminta izin kepada Angga untuk lebih sering mengantar Biru, karena dia yang akan mengerjakan proyek di luar negeri yang kemungkinan akan jarang bertemu Biru selama beberapa waktu ke depan, membuat Angga mempersilakannya. Ditambah Angga yang juga mulai sibuk karena penambahan cabang restoran yang berada di luar kota, membuat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN