Sepuluh tahun telah berlalu, Biru kini tumbuh menjadi pria dewasa yang sangat tampan. Wajah oriental dan kulit putihnya selalu dapat menarik perhatian wanita manapun yang melihatnya. Ditambah kecerdasan otaknya yang membuatnya mampu beradaptasi dimanapun dia berada. Biru kini bekerja di perusahaan Sammuel, ayahnya yang memang sudah mewariskan perusahaan itu untuknya kelak sebagai putra satu-satunya yang dimiliki. Setelah lulus sekolah menengah atas, Biru melanjutkan kuliah di universitas paling bergengsi di Jakarta, keterbatasan gerak dari kakinya pasca kecelakaan, membuatnya mengurungkan niat yang sempat ingin berkuliah di luar negeri, tak mau membuat orang tuanya khawatir, dia pun memenuhi jalur undangan kuliah di kampus ternama tersebut. Menjadi mahasiswa yang lagi-lagi menorehkan se

