"Tumbeen, Waaar!" Hampir semua temannya berbicara begitu ketika masuk ke dalam mobilnya. Biasanya kan Mawar selalu diantar supir. Kali ini mengendarai mobil sendiri. Ia hanya tersenyum kecil. Teman-temannya pasti sudah hapal dengan posisinya sebagai anak sultan. Maklum ya, paling disayang karena anak perempuan bungsu dan satu-satunya. Papanya bahkan sangat menjaganya. Kalau tidak sibuk, biasanya Mawar akan diantar oleh papanya. "Mobil baru bukan? Mobil lo yang terakhir kan bukan ini." Teman-temannya bahkan hapal. Ia sih tak pernah ingin ganti mobil. Tapi orangtuanya yang suka membelikan yang baru dan mengganti mobilnya yang lama. Tak pernah yang harganya murah pula. Di atas dua miliar tentunya. Bahkan Jessi pun bisa tahu kalau mobilnya ini hampir lima miliar. Yeah, untuk sekelas anak s

