Mereka akhirnya pindah lagi. Tak kuat kalau tinggal di China dan lingkungan yabg cukup tertutup. Lalu pindah ke mana lagi? Malaysia. Tapi bukan di Malaysia yang berbatasan dengan Singapura ataupun Sumatera. Melainkan yang berbatasan dengan Kalimantan. Ya memang masih banyak juga orang Indonesia di sana. Tapi jauh lebih sedikit yang berminat ke sini untuk liburan. Sehingga ya memang tak seramai yang ada Kuala Lumpur. Mereka tinggal di perkampungan biasa lalu membuka warung kecil-kecilan. Shabrina juga tak mau terlalu merepotkan. Ia dan mamanya tinggal sederhana. Ia juga tak mau tampak mencolok. Biasanya ia selalu memakai make up banyak sekali. Kalau sekarang? Jauh dari itu. Ia sudah tahu keadaan ekonomi keluarganya yang semakin menurun. Walau papanya setidaknya masih bisa bertahan den

