Satu-Satunya Sahabat

3059 Kata

"Siapapun yang ada di posisinya pasti akan gila. Tapi saya sendiri, gak percaya dia dengan segala pemberitaannya. Mau foto itu asli atau tidak dan dokumentasi dari jurnalis luar negeri itu, itu bisa saja pura-pura." Itu om-nya Shabrina. Ya karena ia juga tak tahu bagaimana yang sebenarnya, ia tentu membela Shabrina lah. Dan menurutnya, tak masuk akal juga kalau Shabrina harus menjual diri dengan apa yang dimilikinya sekarang. Mamanya menghela nafas. Ya memang sih. Sementara itu, Shabrina masih bergemelut dengan bayangan ia bersma alelaki itu di dalam sebuah kamarnya. Rasanya menggelikan hingga membuatnya muntah berkali-kali. Ia trauma parah dengan kejadian itu tapi ditahan-tahan. Setelah pulang, semua yang menumpuk itu akhirnya keluar. Ia benar-benar merasa kalau hidupnya tak lagi bergu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN