Epilog

389 Kata

Adrian berkali-kali memanggil nama Kania, sampai akhirnya ia bisa merasakan kepalanya di sentuh seseorang, membuat dia lekas terbangun. Masih ada sisa-sisa air mata di pipinya, Adrian masih berusaha mengatur nafasnya yang tidak teratur, mimpi buruk itu benar-benar membuat nyawanya terasa melayang. "Kania..." Kania hanya tersenyum, dia baru sadar dari biusan pasca operasi. Sementara itu Adrian, bisabernafas lega, ternyata ini semua hanya mimpi buruk, akibat dia melihat Kania dibedah tadi sore, membuatnya terbawa hingga ke alam mimpi. Adrian tidak tahu jika ini benar-benar nyata, mungkin sekarang dia sudah menjadi orang yang paling menyedihkan. "Ka--mu, ke---na--, pa?" "Aku tidak apa-apa, Kania. Aku sangat menghawatirkanmu." "A---aku, nggak pa--paa, A--adrian." Adrian tersenyu

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN