Nara tidak tahu perasaan apa yang sedang menyambangi hatinya kini. Yang pasti ketika Kai memberitahunya perihal kabar mengejutkan itu, tubuhnya langsung melemas. Jantungnya seolah berhenti berdetak saat itu juga. Nara linglung untuk beberapa saat. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. "Nara? Kau masih di sana?" Teguran itu membuat tubuh Nara seolah kembali menapak bumi. Seiring dengan jatuhnya air mata di pipi, wanita cantik itu berujar. "Ya, ya. Aku di sini. Ak-Aku akan segera ke rumah sakit." Dengan tergesa-gesa meletakkan kembali gagang telepon di meja, Nara pun bergegas mengambil kunci mobil. Ia hendak berlari ke garasi saat suara Louisa menyapa rungunya. "Nyonya mau ke mana malam-malam seperti ini?" Mau tak mau, Nara pun berbalik. Ia baru ingat untuk berpesan pada asisten

