Bab 51. Satu Nama, Dua Mimpi

1636 Kata

Cahaya matahari pagi menyusup malu-malu melalui celah gorden, menyinari lantai apartemen yang sudah rapi kembali. Aroma nasi goreng mentega dan telur mata sapi yang gurih mulai memenuhi ruangan, mengalahkan aroma vanila yang semalam mendominasi. Jasson terbangun dengan tangan yang meraba sisi tempat tidur yang sudah kosong. Ia mengucek matanya, ia menemukan pemandangan yang membuat jantungnya berdesir. Hanami sudah rapi dengan kemeja kuliahnya, namun tubuh mungilnya terbalut apron saat tangannya cekatan menata piring. Jasson mengambil ponselnya melihat jam sudah menunjukkan pukul 07.45. Ia segera bangun lalu mendekati Hanami. "Siapa yang izinkan kau bangun sepagi ini, hm?" suara serak khas bangun tidur Jasson memecah keheningan. Tanpa menunggu jawaban, Jasson melangkah mendekat dan la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN